Horas, Amang!

6 Feb

Seorang petani tuli berpapasan dengan pengendara motor yang sejak tadi celingak-celinguk. Seperti biasanya, sang petani tuli segera membuat ancar-ancar, apa kira-kira yang akan ditanya dan apa yang harus dia jawab:

 

( +  Horas, Amang, mau ke mana sore-sore begini?

–   Ke ‘hauma’ situ.

+   Sudah sore begini? Mau ngapain ke sana?

–   Memasang perangkap, Tulang.

+   Mau nangkap apa?

–    Bagudung.

+   Hebat! Hati-hati, Amang. Semoga berhasil.

–  Mauliate, Tulang.

 

Benar, pengendara sepeda motor mendekat dan berhenti di depan si petani:

 

“Pak, saya ketua tim sukses Kampanye di kecamatan sini, ada lihat iring-iringan mobil lewat sini?”

“Masuk ke hauma, Tulang.”

“Ke hauma? Saya serius, Amang. Kami  mau ketemu kepala desa. Mau sosialisasi program.”

“Yah, begitulah, Tulang, mau pasang perangkap.”

“Bah, kamu tau nggak saya ini siapa!?”

“Bagudung, Tulang, yang biasa makan tanaman penduduk.”

“Dasar .. na rintik do ho huroha.”

“He he he, mauliate, Tulang.”

“@#^*))(^%#%^$@%!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: